Dari Jambi ke Filipina : Dosen Agribisnis UNJA Raih Beasiswa Penuh pada Program Zero Waste Academy In-Person Workshop Tahun 2026

Dari Jambi ke Filipina : Dosen Agribisnis UNJA Raih Beasiswa Penuh pada Program Zero Waste Academy In-Person Workshop Tahun 2026

Jambi – Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Nurul Iqamah Elza,
berhasil terpilih sebagai peserta penerima fully funded (beasiswa penuh) dalam kegiatan Zero Waste
Academy (ZWA): Community Zero Waste Program Implementation Course, Global Cohort 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) bekerja sama
dengan Mother Earth Foundation (MEF) dan dilaksanakan secara luring (offline) pada 18–26 April 2026
di Filipina, meliputi Metro Manila, Pampanga, Dumaguete, dan Siquijor. Program ini diawali dengan
pembelajaran daring (online) yang mencakup kelas, diskusi, penugasan, dan ujian sebagai tahapan
seleksi. Dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan online, terpilih 36 peserta dari 12 negara, yaitu
Indonesia, Filipina, Vietnam, Nepal, India, Togo, Uganda, Ghana, Nigeria, Tanzania, Malaysia, dan
Mongolia, untuk mengikuti kegiatan luring dengan skema fully funded, partially funded, dan self
funded. Dalam program ini, Nurul Iqamah Elza memperoleh beasiswa penuh yang mencakup tiket
pesawat internasional pulang-pergi, penerbangan domestik Manila–Siquijor, transportasi selama
kegiatan (darat dan ferry), konsumsi, akomodasi, serta biaya pelatihan.

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai rangkaian aktivitas, seperti workshop, diskusi,
serta presentasi challenge yang meliputi Organics Challenge, Zero Waste Implementation Challenge,
dan Reuse Challenge. Dalam sesi presentasi, peserta juga mempelajari berbagai case study dari negara
asal masing-masing, sehingga memperkaya perspektif global terkait implementasi program zero waste.
Selain itu, peserta melakukan kunjungan lapangan ke berbagai lokasi implementasi zero waste, seperti
Material Recovery Facility (MRF), eco-store (warung zero waste), serta sistem pengelolaan sampah
berbasis barangay dan pemerintah kota. Pada kunjungan ke MRF, peserta tidak hanya melakukan
observasi, tetapi juga berdiskusi secara langsung dengan pengelola terkait sistem operasional,
tantangan, serta strategi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Peserta juga terlibat langsung dalam
kegiatan Waste Assessment and Brand Audit (WABA), pengumpulan sampah dari rumah tangga, serta
kampanye Information, Education, and Communication (IEC) secara door-to-door kepada masyarakat.
Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis dan komprehensif dalam memahami
implementasi pengelolaan sampah berbasis komunitas serta memperkuat wawasan global peserta
dalam isu zero waste.


Tamu Undangan/Narasumber
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator, praktisi, dan narasumber dari Global Alliance for
Incinerator Alternatives (GAIA) Asia Pacific dan Mother Earth Foundation (MEF), serta melibatkan
pemerintah lokal tingkat barangay dan kota, pengelola fasilitas pengolahan sampah, serta komunitas
setempat di Filipina. Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai isu anti-incineration dan
pengelolaan limbah medis (medical waste) yang disampaikan oleh Dr. Jorge Emmanuel, PhD, Senior
Research Faculty Fellow, Silliman University, serta mantan Chief Technical Advisor untuk proyek
lingkungan global di United Nations Development Program (2003–2015).

Pernyataan dan Kutipan
Nurul Iqamah Elza menyampaikan bahwa partisipasinya dalam program ini memberikan
pengalaman yang sangat berharga, baik dari sisi akademik maupun praktik lapangan, serta membuka
peluang penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Program ini tidak hanya memberikan
pemahaman konseptual mengenai zero waste, tetapi juga pengalaman langsung dalam melihat
implementasinya di tingkat komunitas. Hal ini menjadi pembelajaran penting yang dapat diadaptasi
dalam konteks pengelolaan sampah di Indonesia. Ke depan, pengalaman ini dapat diintegrasikan ke
dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik melalui pengayaan materi perkuliahan,
pengembangan penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan
program zero waste di tingkat lokal,” ujarnya. Nurul menambahkan kegiatan Graduation Day dan
Cultural Night menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring internasional serta pertukaran
budaya antar peserta. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Nurul juga memperoleh beberapa capaian,
yaitu meraih Juara 3 Quiz Bee, penghargaan Social Media Star sebagai pemenang Social Media
Challenge, serta Runner Up proposal kegiatan untuk memperingati International Zero Waste Month
2027

Penutup
Melalui keikutsertaan dalam program ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen
dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penerapan praktik agribisnis berkelanjutan, khususnya
dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat
memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi global dalam mendukung
pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di lingkungan Universitas Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *