
Sinergi Ekonomi dan Ekologi: FAPERTA UNJA Bedah Konsep “Tree Islands” Bersama University of Göttingen
JAMBI – Pertanyaan besar mengenai masa depan industri kelapa sawit, “Bisa tidak sawit tetap menguntungkan namun lingkungan tetap terjaga?”, terjawab dalam diskusi ilmiah yang digelar di Ruang Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jambi, pada 10 April 2026 lalu.
FAPERTA UNJA berkesempatan menghadirkan pakar dari University of Göttingen, Jerman, untuk membedah konsep “Tree Islands” (Pulau Pohon). Sebuah terobosan ilmiah yang menawarkan jalan tengah antara produktivitas industri dan kelestarian alam.


Konsep Tree Islands merupakan strategi makroekologi dan biogeografi yang dirancang untuk mengatasi dilema monokultur. Dalam pemaparannya, tim ahli menjelaskan dua pilar utama dari konsep ini:
- Ecological Recovery (Pemulihan Ekologis): Penanaman kelompok pohon hutan (pulau pohon) di sela lahan sawit terbukti secara signifikan mempercepat kembalinya keanekaragaman hayati, memperbaiki kualitas tanah, dan menciptakan koridor bagi fauna lokal.
- Economic Viability (Keberlanjutan Ekonomi): Yang paling krusial, strategi ini dirancang agar tidak mengganggu pendapatan utama petani atau perusahaan. Efisiensi lahan tetap terjaga sehingga aspek ekonomi (cuan) tetap stabil di tengah upaya penghijauan.
Dekan FAPERTA UNJA menyambut baik kolaborasi internasional ini. Menurutnya, pemahaman mengenai strategi biogeografi ini sangat penting bagi mahasiswa agar mereka memiliki bekal solusi nyata saat terjun ke industri nanti.

“Kami ingin mahasiswa FAPERTA tidak hanya menjadi praktisi produksi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam konservasi. Ilmu dari University of Göttingen ini membuktikan bahwa ekonomi dan ekologi bisa berjalan berdampingan,” ujar pihak dekanat.



Melalui kegiatan ini, FAPERTA UNJA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola sawit berkelanjutan yang menjadi isu strategis nasional maupun global. Industri sawit masa depan bukan lagi soal memilih antara keuntungan atau hutan, melainkan tentang bagaimana mengelola keduanya secara harmonis.


























































































































































































































































































